Kamis, 10 November 2016

Pundak besi dari pasar senen


Ada tangan yang berharap kita kuat , ada telinga berharap kita cepat tanggap pada suara, ada kaki yang selalu mengejar, ada mata yang melihat masa depan . gerakan semua menjadi kesatuan yang luar biasa berharap keinginan kuat, cepat tanggap, selalu mengejar dan melihat masa depan selalu ada .
Melihat keatas untuk terus mengejar , melihat kebawah untuk selalu bersyukur, melihat kebelakang untuk mengingatkan masa lalu untuk selalu mengejar harapan didepan , melihat kedepan agar terus meraih apa yang kita harapkan .
Berdiri yang gagah adalah pilihan terbaik untuk melihat masa depan, terpuruk ada saatnya, tetapi waspada ketika semua terpuruk adalah salah ssatu jalan , harapan masih ada untuk terus bangkit . kehidupan mengajarkan kita menjadi kuat dan dewasa, melihat masa depan adalah hal terbaik ketika lelah letih lesu tidak terasa, walau keringkat terus mengalir ke dalam tubuh, melihat keadaan yang menjadi baik baik saja.
Aku reza yang sering di panggil teman aku, kuliah di  salah satu unversitas di jakarta, tinggal di daerah kebayoran lama dan mempunyai 2 orang adik , yang satu SMP dan SMA . aku terlahir di keluarga yang sederhana, ayah berkerja sebagai wiraswata dan ibu sebagai ibu rumah tangga .
Aku setiap hari kuliah menggunakan angkutan umum, yang terkadang di angkutan umum berdiri tersenggol orang banyak sudah biasa. Berdiri dari awal sampai turun angkut pun sudah biasa. Keluarga yang mengajarkan aku kuat dan dewasa .
Sepulang kuliah temanku mengajak ke pasar senen untuk membeli buku buku disana, katanya disana banyak buku bagus dan murah, setiba di sana  melihat banyak buku yang belum aku lihat dan bagus ternyata harganya juga jauh lebih murah dibandingankan dengan toko buku lainnya .
Setelah aku pulang membeli buku, temanku mengajak pulang menggunakan kereta api dari senen menuju tanah abang, sepintas aku melihat seseorang yang mengejar kereta yang ingin berhenti , di pikiran aku dia ingin naik dan tak ingin ketinggalan .
Lanjut setelah itu aku melihat lebih jelas ternyata yang tadi aku lihat bukan orang yang ingin naik kereta tetapi  orang yang bersedia menolong orang yang membawa barang banyak, terlintas aku melamun jika itu ayahku, apa yang harus aku lakukan,sekeras itu perjuangan seorang ayah, lalu aku bertemu salah satu orang yang membawa barang tadi, Namanya pak udin dia tinggal di sekitar pasar senen, berasal dari jakarta utara dan dia menceritakan kesehariannya .
Setiap pagi setelah subuh pak udin berangkat berjalan menuju arah stasiun dengan harapan baik di hari itu, berjalan setapak demi setapak dengan keinginan kuat agar pulang membawa yang uang cukup untuk membeli makan hari ini dan esok , berjalan dengan impian agar anaknya kelak tak seperti ini, berharap semua dan niat yang baik akan menjadi masa depan yang baik untuk anaknya .
Berjalan dengan tergesah-gesah menuju stasiun degan kaki siap kuat , tangan yang kekar, mata yang selalu melihat jelas, mulut yang tak selalu menguap, perut yang tahan dengan rasa lapar berharap hari ini mendapatkan uang yang cukup untuk dibawa pulang .
Sesampainya di stasiun setapak demi setapak kaki mulai melangkah dengan berlari yang terlalu kencang, tangan yang kekar akan barang-barang yang siap di angkat dengan badan yang sangkat kuat ini , mata yang selalu tajam melihat orang yang perlu bantuan .
Rasa lelah dengan setiap mengangkat barang yang banyak dengan mendapatkan uang yang tidak terlalu banyak, selalu berharap uang yang dibawa pulang nanti cukup untuk biasa sekolah anak , jajan anak dan membeli perlengkapan sehari hari di rumah .
Berlari dengan kereta yang masih melaju kencang, mata yang tajam,  kaki yang mulai melangkah menuju gerbong kereta dan berharap ada seseorang yang meminta bantuan di angkatkan barangnya . keringat yang terus mengalir adalah uang yang berkah untuk di bawa ke rumah .
Di siang hari keringkat yang bercucuran, matahari yang sangat menyengat, terkadang perut ini yang belum merasakan makanan sejak pagi. mengangkat, berlari, menjemput,langkah kuat, badan yang kekar itu adalah pundak besi yang menghasilkan uang .
pak udin berkerja di pasar senen dari jam 7 sampai jam 7 malam . pengahasilan perhari yang kadang baik dan kadang buruk.
Sepintas  setelah aku mendengar cerita pak udin,  aku merasa merasa hidup ini menang keras, kamu yang kehidupannya jauh lebih baik agar kamu manfaatkan sebaik-baiknya dan itu lah perjuangan seorang ayah untuk anaknya agar lebih baik . cintaiah orang tua dan selalu hormat kepada mereka , kamu tidak tau apa yang sudah orang tua kamu lakukan untuk kamu bahagia walaupun meraka kerja keras .

Semoga dari cerita ini kalian yang hidup bercukupan agar selalu bersyukur .

Cerpen Karangan: Hendro Sugiharto

Hai namaku Hendro Sugiharto
Aku anak ke-5 dari 6 bersaudara
Aku lahir pada tanggal 04 September 1994.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pundak besi dari pasar senen