Ada tangan yang berharap kita kuat , ada telinga berharap
kita cepat tanggap pada suara, ada kaki yang selalu mengejar, ada mata yang
melihat masa depan . gerakan semua menjadi kesatuan yang luar biasa berharap
keinginan kuat, cepat tanggap, selalu mengejar dan melihat masa depan selalu
ada .
Melihat keatas untuk terus mengejar , melihat kebawah untuk
selalu bersyukur, melihat kebelakang untuk mengingatkan masa lalu untuk selalu
mengejar harapan didepan , melihat kedepan agar terus meraih apa yang kita
harapkan .
Berdiri yang gagah adalah pilihan terbaik untuk melihat masa
depan, terpuruk ada saatnya, tetapi waspada ketika semua terpuruk adalah salah
ssatu jalan , harapan masih ada untuk terus bangkit . kehidupan mengajarkan kita
menjadi kuat dan dewasa, melihat masa depan adalah hal terbaik ketika lelah
letih lesu tidak terasa, walau keringkat terus mengalir ke dalam tubuh, melihat
keadaan yang menjadi baik baik saja.
Aku reza yang sering di panggil teman aku, kuliah di salah satu unversitas di jakarta, tinggal di
daerah kebayoran lama dan mempunyai 2 orang adik , yang satu SMP dan SMA . aku
terlahir di keluarga yang sederhana, ayah berkerja sebagai wiraswata dan ibu
sebagai ibu rumah tangga .
Aku setiap hari kuliah menggunakan angkutan umum, yang
terkadang di angkutan umum berdiri tersenggol orang banyak sudah biasa. Berdiri
dari awal sampai turun angkut pun sudah biasa. Keluarga yang mengajarkan aku
kuat dan dewasa .
Sepulang kuliah temanku mengajak ke pasar senen untuk membeli
buku buku disana, katanya disana banyak buku bagus dan murah, setiba di
sana melihat banyak buku yang belum aku
lihat dan bagus ternyata harganya juga jauh lebih murah dibandingankan dengan
toko buku lainnya .
Setelah aku pulang membeli buku, temanku mengajak pulang
menggunakan kereta api dari senen menuju tanah abang, sepintas aku melihat
seseorang yang mengejar kereta yang ingin berhenti , di pikiran aku dia ingin
naik dan tak ingin ketinggalan .
Lanjut setelah itu aku melihat lebih jelas ternyata yang
tadi aku lihat bukan orang yang ingin naik kereta tetapi orang yang bersedia menolong orang yang
membawa barang banyak, terlintas aku melamun jika itu ayahku, apa yang harus
aku lakukan,sekeras itu perjuangan seorang ayah, lalu aku bertemu salah satu orang
yang membawa barang tadi, Namanya pak udin dia tinggal di sekitar pasar senen,
berasal dari jakarta utara dan dia menceritakan kesehariannya .
Setiap pagi setelah subuh pak udin berangkat berjalan menuju
arah stasiun dengan harapan baik di hari itu, berjalan setapak demi setapak
dengan keinginan kuat agar pulang membawa yang uang cukup untuk membeli makan
hari ini dan esok , berjalan dengan impian agar anaknya kelak tak seperti ini,
berharap semua dan niat yang baik akan menjadi masa depan yang baik untuk
anaknya .
Berjalan dengan tergesah-gesah menuju stasiun degan kaki
siap kuat , tangan yang kekar, mata yang selalu melihat jelas, mulut yang tak
selalu menguap, perut yang tahan dengan rasa lapar berharap hari ini
mendapatkan uang yang cukup untuk dibawa pulang .
Sesampainya di stasiun setapak demi setapak kaki mulai
melangkah dengan berlari yang terlalu kencang, tangan yang kekar akan
barang-barang yang siap di angkat dengan badan yang sangkat kuat ini , mata
yang selalu tajam melihat orang yang perlu bantuan .
Rasa lelah dengan setiap mengangkat barang yang banyak
dengan mendapatkan uang yang tidak terlalu banyak, selalu berharap uang yang
dibawa pulang nanti cukup untuk biasa sekolah anak , jajan anak dan membeli
perlengkapan sehari hari di rumah .
Berlari dengan kereta yang masih melaju kencang, mata yang
tajam, kaki yang mulai melangkah menuju
gerbong kereta dan berharap ada seseorang yang meminta bantuan di angkatkan
barangnya . keringat yang terus mengalir adalah uang yang berkah untuk di bawa
ke rumah .
Di siang hari keringkat yang bercucuran, matahari yang
sangat menyengat, terkadang perut ini yang belum merasakan makanan sejak pagi.
mengangkat, berlari, menjemput,langkah kuat, badan yang kekar itu adalah pundak
besi yang menghasilkan uang .
pak udin berkerja di pasar senen dari jam 7 sampai jam 7
malam . pengahasilan perhari yang kadang baik dan kadang buruk.
Sepintas setelah aku
mendengar cerita pak udin, aku merasa
merasa hidup ini menang keras, kamu yang kehidupannya jauh lebih baik agar kamu
manfaatkan sebaik-baiknya dan itu lah perjuangan seorang ayah untuk anaknya
agar lebih baik . cintaiah orang tua dan selalu hormat kepada mereka , kamu
tidak tau apa yang sudah orang tua kamu lakukan untuk kamu bahagia walaupun
meraka kerja keras .
Semoga dari cerita ini kalian yang hidup bercukupan agar
selalu bersyukur .
Cerpen
Karangan: Hendro Sugiharto
Hai namaku Hendro Sugiharto
Aku anak ke-5 dari 6 bersaudara
Aku lahir pada tanggal 04 September 1994.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar